Friday, 10 July 2009

Ordik angkatan 2000





Ordik,,,, mungkin bagi sebagian kalangan siswa/i baru bisa termasuk kata2 yg menakutkan, yg nggak disenangi dan sejumlah asumsi negatif lain. Namun, walaugimanapun kami harus menjalaninya dalam seminggu ini yg mana puncak acara ordik pada malam terakhir.
Kegiatan2 ordik kebanyakan berupa fisik, namun masih dalam tahap yg wajar seperti : push up, berdiri satu kaki, guling2 di lapangan rumput dll. Untung aku dah biasa melakukan hal2 seperti itu, namun yg paling sebel tuh kalo ada yg berupa "main2" seperti : disuruh nyari kartu absen seseorang sampe dapet yg mana dah disembunyikan sebelumnya. Sempet juga dihinggapi rasa capek, sebel karena senior selalu mendengung2kan bahwa hal ini dilakukan untuk mendidik mental supaya baik kedepannya,,,hhhhh,,,kayak nggak ada acara lain yg lebih mendidik aja.
Sampe hari kedua aku masih juga uring2an ngeliat tingkar senior yg "belagu", semena2, maunya menang sendiri, bener sendiri, namun memasuki hari ketiga,, terbetik suatu ide yg (mungkin) bisa menguntungkan diriku dalam menjalani ordik, ato singkatnya aku bisa mengambil kesempatan di dalam kesempitan. Bermula dari seorang senior yg nyuruh supaya kenalan dengan bbrp karyawan yg kebetulan sedang duduk tidak jauh dari lokasi, setelah nyampe sana entah idenya dateng tiba2 trus aku coba untuk "memanfaatkan" keadaan dengan cara, aku duduk2 istirahat disamping karyawan tadi bbrp saat, setidaknya sampe senior yg tadi nyuruh2 inget. Lumayan,,,bisa istirahat bbrp menit.
Selanjutnya, pas disuruh nyari kartu absensi salah satu senior,, aku sempetin juga minum beberapa teguk air dari dispenser, lumayan juga buat penghilang dahaga. Pas ditegur sama senior lain,,,"ngapain loe koq minum2 segala",,,,jawab aja,,,disuruh sama senior anu...trus lari biar nggak ditendang,,cihuuuy,,,,bisa ngibulin senior juga rupanya.
Karena dah keenakan bisa memanfaatkan keadaan, trus kepikiran gimana bisa menghindari malam terakhir? Kalo nggak salah kamis sore, baru ada rencana sedikit "menyakitkan" untuk ngakalin malam terakhir. Pas disuruh merangkak dalam parit sebelah lapangan, nggak sengaja tangan kiriku tergores benda tajam yg mengakibatkan luka sobek sepanjang 4cm. Jadi sore itu setelah dibersihin sekenanya, aku dibawa sama P. Lilik naik vespanya ke klinik Ananda untuk tindakan medis lanjutan. Mungkin temen2 yg ngeliat saat itu bisa miris begitu tau darah yg mengucur deras akibat sobekan tsb, begitu juga dengan petugas medis saat itu. Cepat2 mereka membersihkan pake alkohol yg selanjutnya di bius lokal untuk dijahit kemudian. Nggak sampe setengah jam kemudian selesai dan kami kembali ke TC dimana acara ordik hari itu sudah selesai. Dan akhirnya seperti yg terlihat di poto,,ada perban nempel di tangan buat "bekal" ijin malam terakhir.
Dah seperti yg sudah saya perkirakan sebelumnya, jumat sore saya minta surat medis dari klinik perusahaan mengenai kondisi luka dan kemungkinan perlakuan senior2 yg (mungkin) bisa menyebabkan luka. Setelah dapet surat medis, aku tunjukin ke mereka,,dan,,,,wouuu,,its work,,,huahahaa,,,jadi deh aku bisa berleha2 di kostan. Sebenernya "sadis" juga yaa pemikirannya,,dimana temen2 seangkatan lain menderita di malam terakhir sementara aku bisa nyante di kostan, tapi yaaa,,,mo gimana lagi,,,ide kreatif timbul.

Singkat kata aku bisa lolos malam terakhir dan bisa melihat temen2 kelihatan capek dari wajah2nya setelah menunggu sampe hampir tengah malam.

No comments:

Post a Comment